Tingkatkan Kinerja Anggaran, Timker PE Ikuti Workshop Penyusunan RKAKL TA. 2026 Lingkup BRMP
Selama 4 hari (28/09/2025-1/10/2025), tim Program BRMP Bengkulu mengikuti workshop penyusunan RKAKL pagu alokasi anggaran TA. 2026 lingkup BRMP yang dihadiri oleh satker lingkup BRMP seluruh Indonesia. Agenda kegiatan ini terdiri dari penyusunan RKAKL pagu alokasi anggaran TA. 2026 dan reviu serta penelitian RKAKL pagu alokasi anggaran TA. 2026.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Badan (Husnain) yang dalam arahannya disampaikan bahwa pada tahun 2025 BRMP mengalami efisiensi anggaran dan terdapat perubahan nomenklatur dari BSIP menjadi BRMP. Penyusunan pagu anggaran TA. 2026 terkait dengan kegiatan swasembada pangan akan ditambah beberapa komoditas tidak hanya komoditas padi seperti pada tahun 2025. Pada Bulan Januari 2026 akan ada penarikan penyuluh daerah ke Kementerian Pertanian dan perlu dukungan dari BRMP Provinsi namun saat ini belum ada MoU dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian.
Materi kebijakan penganggaran dan rambu-rambu penyusunan pagu alokasi anggaran TA. 2026 oleh Ketua Kelompok Perencanaan (Sri Asih Rohmani) yang menyampaikan bahwa output dari workshop penyusunan pagu TA. 2026 meliputi keseluruhan dokumen anggaran diselesaikan dengan baik dari aspek ADK, aplikasi dan data dukung. Surat penetapan pagu anggaran Kementerian Pertanian belum secara resmi dikeluarkan akan tetapi informasi dari Karo Perencanaan bahwa pagu anggaran sudah dibicarakan bersama dengan DPR Komisi IV dan pagu anggaran Kementerian Pertanian bertambah namun untuk pagu BRMP tetap (tidak mengalami penambahan pagu).
Sinergi program dan penganggaran mendukung swasembada pangan berkelanjutan oleh Bappenas. Isu strategis lingkup pangan dan pertanian meliputi peningkatan kebutuhan pangan, tantangan pemenuhan pangan dan arah kebijakan. Terkait dengan hal ini diharapkan kegiatan swasembada pangan meningkat sesuai dengan program Presiden. Kementerian Pertanian tahun ini melaksanakan kegiatan swasembada pangan untuk komoditas padi dan diharapakan bertambah komoditas yang lain. Adapun tantangan pemenuhan pangan meliputi kerawanan dan keamanan pangan, program yang berkelanjutan, peningkatan permintaan, perubahan iklim, ekosistem terdegradasi, aging farmer dan regenerasi petani. Semua tantangan ini berkaitan dengan teknologi yang diharapkan dari BRMP. Bappenas juga menyampaikan terkait dengan program nasional tidak hanya fokus pada output yang dihasilkan tetapi memperhatikan perubahan pertanian dari pertanian konvensial menjadi pertanian berbasis teknologi dan juga fokus terhadap kelembagaan.
Agenda selanjutnya yaitu penyusunan RKAKL pagu alokasi anggaran TA. 2026 oleh satker lingkup BRMP, penelitian dan reviu RKAKL pagu alokasi anggaran TA. 2026 serta penyusunan CHT, CHP dan LHR oleh tim APIP dan Biro Perencanaan serta tindak lanjut hasil reviu APIP oleh satker lingkup BRMP.